Hari Terakhir Belajar Statistik I di 2026 : SERU!!

Hari itu ruang kelas terasa berbeda. Bukan karena rumusnya lebih sulit atau soal latihannya lebih panjang, melainkan karena semua orang tahu: ini adalah pertemuan terakhir Statistik I. Sejak awal perkuliahan, mata kuliah ini kerap dianggap “menakutkan”, penuh angka, simbol, dan tabel. Namun pagi itu, suasananya justru hangat dan penuh tawa.

Dosen membuka kelas dengan senyum, bukan dengan rumus. Ia mengajak mahasiswa mengingat kembali hari pertama: wajah-wajah tegang, kebingungan membedakan uji hipotesis, analisis one-tailed dan two-tailed, serta keluhan tentang angka yang “tidak mau bersahabat”. Mahasiswa tertawa, saling menoleh, menyadari bahwa apa yang dulu terasa berat kini justru terasa akrab.

 Diskusi pun mengalir santai. Soal-soal statistik dibahas bukan lagi sebagai beban, tetapi sebagai cerita tentang data kehidupan sehari-hari, tentang bagaimana angka bisa menjelaskan realitas. Sesekali dosen melempar pertanyaan ringan, disambut jawaban spontan dan candaan mahasiswa. Tidak ada jarak kaku; yang ada hanyalah dialog dua arah yang hidup. Pembelajaran statistik I ini tidak hanya terkait anka-angka statis, namun lebih dari itu. Pembelajaran statistik I lebih menjadi keterpakaian kemampuan angka dan analisis berpikir untuk memprediksi perekonomian sehari-hari.

Di akhir kelas, dosen menutup dengan pesan sederhana: statistik bukan tentang hafalan rumus, tetapi tentang cara berpikir. Tepuk tangan pun pecah, bukan karena kelas usai, melainkan karena perjalanan belajar yang akhirnya terasa bermakna. Hari terakhir Statistik I pun ditutup dengan satu kesan yang sama di benak semua orang: ternyata belajar statistik bisa seru.

Semoga segala ilmu yang ibu dosen sampaikan, bisa menjadi ilmu yang berkah, bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa dan semoga rekan-rekan mahasiswa sukses selalu. Amin Ya Rabbal Alamin.

Best Regards,

Dr. Siti Alhamra Salqaura SE., M.Si.,